Ramadan Usai, Buya Yahya: Berhati-hati di Bulan Syawal!

Buya Yahya. Sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Berakhirnya Ramadan menjadi penanda masuknya bulan Syawal dalam penanggalan Hijriyah.

Momentum pergantian bulan ini menjadi perhatian Pengasuh LPD Al-Bahjah yakni Buya Yahya. Dia berpesan berhati-hati bila telah masuk bulan syawal, mengapa?

“Di dalam menjalankan bulan puasa di bulan Ramadan kita akan memasuki. Setelah itu kita akan masuk hari raya, biasanyakan kita berlebaran,” ujar Buya Yahya mengutip dari kanal youtube Al Bahjah TV pada Rabu (12/5).

“Di sinilah setan juga berlomba-lomba disitu, karena setan sudah ngancam. Kaum baik-baik di bulan Ramadan akan aku hancurkan setelah bulan Ramadan,” ungkap Buya Yahya.

Buya Yahya menerangkan, setan telah menunggu di ‘pintu Syawal’ karena datangnya Ramadan menjadi satu kesedihan bagi mereka.

Karena diterangkan dari pengasuh LPD Al-Bahjah itu pada bulan Ramadan ketika satu orang hamba mengucapkan kalimat ‘Istigfar’ maka dengan mudahnya Allah SWT mengampuninya.

Itulah membuat setan geram karena dari ucapan kalimat ‘Istigfar’ seorang hamba itulah yang telah mengahancurkan mereka.

“Ada orang kemudian dia melakukan kemaksiatan bertahun-tahun. Ternyata pada akhirnya memasuki bulan Ramadan ia bertaubat, beristigfar. Ampuni aku Ya Allah… Ampuni aku Ya Allah dan setelah itu diampuni oleh Allah. Menangislah Setan itu,” terang Buya Yahya.

“Menyesal tidak ada kira. Karena dia (setan) sudah berjuang ternyata akhirnya pun umat ini bertaubat. Maka dari itu yuk kita bikin setan menangis,” tambah Buya Yahya sembari mengajak.

Buya Yahya menerangkan bahwa di bulan Syawal yang merupakan suatu kesempurnaan semestinya digunakan untuk menyambung hati dengan sesama manusia.

Dengan silaturahim, saling memohon maaf dan juga saling berbagi hadiah kebahagian agar tertanam cinta antara sesama manusia.

Namun, Buya Yahya menyayangkan dengan sifat orang yang kadang ada kejahatan-kejahatan atau dosa-dosa dilakukan di luar dari bulan Ramadan.

“Jadi mari kita menjalin hubungan baik sesama manusia. Tanpa melanggar Allah SWT. Ini kuncinya,” lanjutnya.

Ia menerangkan maksud dari silaturahim yang tidak melanggar Allah adalah satu hubungan yang tidak membuat lalai dalam beribadah.

Lanjut Buya Yahya, menjelang masuknya hari raya hendaknya dijaga dengan menghidupkannya dengan beribadah.

Mengambil dari suatu kebiasaan para ulama, sunah menghidupkannya dengan berdzikir, baca Alquran dan seterusnya.

“Jadi belajar di bulan Ramadan untuk beribadah maka setelah memasuki bulan Syawal. Disitulah orang sudah punya kebiasaan baik sehingga tinggal meneruskan ibadah. Meningkatkan ibadahnya kepada Allah SWT,” pungkas Buya Yahya.

Penulis: Triaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *