Kisah Mengharukan di Hari Lebaran bersama Rasulullah

Ilustrasi sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Umat Islam bergembira menyambut datangnya Idul Fitri. Namun suatu ketika Rasulullah SAW terenyuh melihat seorang anak yang bersedih di hari lebaran.

Melansir Serambinews yang mengutip Al Munawwar, pada pagi hari 1 Syawal, Rasulullah SAW keluar dari rumah untuk melaksanakan salat Ied.

Ketika berjalan, Baginda melihat anak-anak sedang bermain, kemudian Baginda menemukan seorang anak yang berdiri sambil menangis.

Nabi bertanya: “Apa yang membuatmu menangis wahai anak?”

Anak tersebut tidak tahu yang bertanya itu adalah Nabi Muhammad SAW.

Tanpa berani mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang bertanya, perlahan-lahan sambil menangis ia bercerita kepada Nabi.

“Doakanlah Aku wahai Seseorang! Bapakku wafat dalam sebuah peperangan bersama Rasulullah SAW, ibuku lalu menikah dengan orang lain, mereka mengambil rumahku dan memakan hartaku. Jadilah Aku seperti yang engkau lihat, telanjang, kelaparan, sedih dan hina. Ketika tiba Hari Ied, Aku melihat teman sebayaku bermain, Aku jadi bertambah sedih, lalu Aku menangis,” ungkap anak tersebut.

Setelah Rasulullah mendengar cerita itu, seketika hati-Nya diliputi kesedihan yang mendalam.

Kemudian Nabi menawarkan, “Apakah kau mau Aku jadi Bapakmu, Aisyah jadi Ibumu, Fathimah jadi saudara perempuanmu, Ali jadi pamanmu, Hasan dan Husein menjadi saudara lelakimu?”

Mendengar jawaban itu, anak tersebut seketika berhenti menangis. Kemudian, ia melihat sosok yang berdiri di depannya dengan penuh takjub.

Lantas, anak itu menjawab, “Bagaimana Aku tidak rela Ya Rasulallah?”

Segeralah Rasul SAW mengambil anak itu dan dibawa ke rumah-Nya.

Anak itu kemudian disuruh berdiri tegak, Nabi memakaikan pakaian untuk anak tersebut.

Lalu, anak itu keluar bermain sama teman-teman sebayanya.

Anak-anak yang lain bertanya, “Kamu berdiri di antara kami, (sebelumnya) kamu menangis, sekarang apa yang membuatmu dapat tersenyum?”

“Semula aku lapar jadi kenyang, semula aku telanjang lalu aku diberi pakaian, semula aku tidak punya Bapak, sekarang Rasulullah SAW jadi Bapakku, Aisyah jadi Ibuku, Fathimah jadi saudara perempuanku, Ali jadi pamanku, Hasan dan Husein jadi saudara laki-lakiku,” Jawab anak tersebut.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku dan orang yang mengurus (menanggung) anak yatim (kedudukannya) di dalam surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan (kedua jarinya yaitu) telunjuk dan jari tengah serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. Imam Al-Bukhari).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *