Ini Penjelasan Buya Yahya Ketika Ditanya Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

Buya Yahya. Sumber: net

apahabar.com, JAKARTA – Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Zainul Ma’arif menjelaskan bagaimana cara mendapatkan Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar adalah malam kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan (83 tahun 4 bulan). Siapa yang salat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan keikhlasan maka dosa-dosanya yang lalu akan diampuni.

Dalam satu pengajian Buya Yahya, seorang jamaah bertanya kepadanya: Bagaimana agar kita mendapatkan Lailatul Qadar?

Berikut jawaban singkat Buya Yahya dilansir Sindonews yang mengutip dari kajian onlinenya.

“Lailatul Qadar atau malam seribu bulan akan datang dan tidak harus dicari. Sebab, yang mencari Lailatul Qadar tidak akan menemukannya karena ia disembunyikan oleh Allah. Akan tetapi yang harus kita ketahui bahwa ia pasti datang, ia pasti tiba,” ujar Buya Yahya.

Ia datang tidak untuk semua, sambung Buya, tapi ia datang untuk yang merindukannya. Tanyakan ke hati kecil kita dengan penuh keinsyafan.

“Akankah Lailatul Qadar datang untuk kita? Karena tibanya tidak ada yang tahu bukanlah cara yang benar menanti kedatangannya sehari dan esok hari kita lalai,” ucap Buya.

Perindu sejati akan menanti setiap saat dan tidak ada baginya kecuali menanti. Itulah yang dilakukan manusia-manusia pilihan Allah. Hidupnya adalah untuk ibadah dan ibadah, untuk kebaikan dan kebaikan.

Begitu dekatnya hati mereka dengan Ramadan dan Lailatul Qadar, maka ia akan selalu merasakan bahwa setiap saat adalah Ramadan dan setiap saat ia duga tibanya Lailatul Qadar.

“Tidak ada kata terlambat untuk beruntung dengan Ramadan dan Lailatul Qadar, selagi nyawa masih di kandung badan. Selagi kita dipertemukan oleh Allah dengan Ramadan, berjuanglah saat ini juga untuk mendapatkan kemuliaan Ramadan dan Lailatul Qadar,” jelas Buya.

Tidak ada perindu sejati yang menanti kedatangan yang dirindukannya dengan berjuang setengah hati. Tidak ada pecinta yang tulus enggan dengan kehadiran yang ia cintai.

“Cermati diri kita saat ini, bagaimana diri kita dengan Ramadan dan Lailatul Qadar? Pantaskah kita mengaku merindukan Ramadan dan Lailatul Qadar dengan kelalaian dan kemalasan kita? Semoga Allah berkenan mencurahkan rahmat-Nya untuk kita semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *