10 Peristiwa Bersejarah di Hari Ke-21 dan 22 Ramadan

Ilustrasi perang Thaif. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Hari-hari pada bulan Ramadan memiliki sejarahnya, dan selalu menarik disimak.

Sebagaimana yang telah di rangkum apahabar.com dari karya Dr Abdurrahman Al Baghdadi yang berjudul “Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadan”, inilah sepuluh peristiwa sejarah di hari ke-21 dan 22 Ramadan.

Peristiwa pada Hari Ke-21 Ramadan:

1. Pertempuran Bukit Harem

Di antara peristiwa tanggal 21 Ramadan adalah tragedi Bukit Harem dan masuknya Sultan Nuruddin ke Tal Harem pada tahun 559H.

Kisah ini tertera dalam sebuah kitab “Ar-Raudhatain 1/417”

Abu Syamsah berkata menukik dari Ibnu Atsir, “Pada tahun 551H, Nuruddin mengep
benteng Harem -yaitu benteng di elah
dan barat Halab (Aleppo), dekat Anthakia
mempersempit ruang gerak penduduknya.

2. Meninggalnya Ali Ridha lbnu Musa AI-Kazhim

Terjadi pada tanggal 21 Ramadhan tahun 203 H adalah meninggalnya Imam Sayyid Ali Ridha bin Imam Sayyid Musa Al-Kazhim bin Sayyid Ja’ far Shadiq bin Sayyid Muhammad Bagir bin Sayyid Ali bin Sayyid Husain, cucu Rasulullah saw.

Sebagaimana yang tertera dalam kitab “Siyar A’lam An-Nubala, 9/393” Ali Ridha keturunan Bani Hasyim, keturunan Ali dan warga Madinah, memiliki ilmu pengetahuan dan kehormatan yang tidak sedikit.

3. Meninggalnya Murid Imam Malik Al-Faqih
Al-Maliki

Sebagaimana dalam kitab “Ad-Dibaj Al- Mudzahhab, 1/134” di antara peristiwa yang terjadi pada tanggal 21 Ramadhan tahun 214 H adalah meninggalnya lmam Abdullah bin Abdul Hakam bin A’yun bin Laits, yang mendapat julukan Abu Muhammad.

Ibnu Abdil Hakam salah seorang murid pilihan Imam Malik. Seorang lelaki shalih, terpercaya, mempelajari madzhab Malik dengan seksama, ahli fikih, sangat jujur, pandai dan bijaksana.

4. Meninggalnya Ahli Fikih Hanafiyah, ‘Alauddin bin Mushlih Ar-Rumi

Dalam sebuah kitab “Syadzarat Adz-Dzahab, 4/241” di antara ulama mulia yang meninggal pada tanggal 21 Ramadhan pada hari Ahad tahun 841 H adalah ‘Alauddin Abu Hasan Ali bin Mushlihuddin Musa bin Ibrahim Ar-Rumi Al-Hanan Asy-Syaikh Al-Imam.

‘Alauddin seorang ahli fikih yang cerdas dan
menguasai banyak disipilin ilmu. Lulus belaiar dari Syarif Al-Jurjani dan Sa’d At-Taftazani.

Dia hadir pada kajian ilmu-ilmu tersebut bersama kehadiran baik berbagai pertanyaan berikut jawabannya dan Timur dan yang lain.

5. Meninggalnya Seorang Syaikh Ahli Talqin,
Izzuddin Al-Hanbali

Ibnu Katsir rahimahullah di dalam kitabnya, “Al Bidayah Wa An-Nihayah (14/224)” menyebutkan peri kehidupan seorang shalih yang meninggal pada hari ke 21 bulan Ramadhan tahun 648 H.

Ia berkata, “Pada hari Selasa, tanggal 21 Ramadhan, telah meninggal Syaikh Izzuddin Muhammad Al-Hanbali, di Sholihiyyah.”

“Dia adalah khatib di Masjid Jami Al-Muzhaffari. Dia termasuk orang-orang shalih Kenamaan, semoga Allah merahmatinya. Dia mentalqin orang mati setelah dimakamkan.”

“Maka Allah meneguhkan pendiriannya dengan pendapat yang teguh di dalam kehidupan dunia dan akhirat.”

Peristiwa Hari ke-22 Ramadan:

1. Nabi Isa AS Selamat dari Tipu Daya Kaum Yahudi

Peristiwa paling kuno yang terjadi pada tanggal 22 Ramadhan yang dinukil para sejarawan- wallahu a lam- adalah bahwa Isa as diselamatkan oleh Allah Swt dari makar kaum Yahudi dan diangkat kepada-Nya, pada hari ke 22 bulan Ramadhan.

Di dalam kitabnva “Al-Bidayah Wa An-Nihayah 2/95” Ibnu Katsir ra menyebutkan banyak sekan Nabi Isa diangkat ke langit.

2. Rasul Mulai Mengirim Ekspedisi yang Mengondisikan Iklim Peperangan

Mengondisikan Iklim Peperangan Pada tanggal 22 Ramadan tahun pertama hijriyah nabi mulai mengirim ekspedisi untuk merealisasikan beberapa tujuan Islam.

Di antaranya ekspedisi Hamzah bin Abdul Muthallib menuju Al-lits, ekspedisi Muhammad bin Maslamah untuk membunuh Ka’b bin Asyraf, seorang penyair yang memerangi Islam dengan syair dan hartanya, serta berbagai ekspedisi lainnya yang membantu memperkuat basis agama
dm yang hanif (lurus/bersih dari syirik).

3. Ekspedisi Umair Bin Adiy untuk Membuni
Ashma’ AI-Yahudiyyah

Terjadi di tanggal 22 Ramadan tahun ketiga Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 20 bulan Maret tahun 625 M, ekspedisi Umair bin Adi bergerak untuk membunuh Ashma, musuh Rasulullah saw.

Ashma adalah seorang perempuan Yahudi. Dia membuat tipu daya menentang Islam, menyakiti kaum Muslimin dan menyemangati para penyair untuk mencela Rasul Mulia Muhammad saw.

Ia sendiri membuat syair berisi celaan kepada Islam dan kaum Muslimin dan mengolok-olok kemenangan mereka pada pertempuran Badar Kubra.

4. Perang Tha’if

Perang Tha’ if pada tanggal 22 Ramadan tahun 8 H, bertepatam dengan tangga 11 Januari 630 M, terjadi perang Tha’if.

5. Hasan bin Ali ra Menduduki Tahta Khilafah

Dalam sebuah kitab “Al-Bahr Az-Zakhkhar, 1/52” di antara peristiwa tanggal 22 Ramadhan tahun 49 H adalah naiknya Hasan bin Ali ra ke tahta khilafah dan bai’at terhadapnya.

Ini terjadi pada hari Senin, tanggal dua puluh dua Ramadan, usia pemakaman ayahnya yang ditikam pada tanggal 17 Ramadan. Ali bertahan hidup hingga hari ke 22 bulan Ramadan.

Penulis: Triaji Nazulmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *