Petaka Hawa Nafsu! 7 Tips Ampuh Menundukkannya Agar Puasa Terpelihara

7 Tips Ampuh Menundukkan Hawa Nafsu. Foto-Ilustrasi

apahabar.com, BANJARMASIN – Puasa Ramadan melatih pengendalian diri.

Allah SWT memerintahkan mereka yang berpuasa untuk menahan hawa nafsu, baik dari rasa haus, lapar, emosi, maupun dorongan seksual.

Menahan hawa nafsu memang bukan pekara yang mudah.

Rasulullah sendiri pun mengatakan bahwa melawan hawa nafsu adalah jihad paling sulit.

Rasulullah sendiri mengistilahkan ikhtiar pengendalian nafsu ini dengan jihad. Yakni jihâdun nafsi.

Sepulang dari perang badar, Nabi Muhammad SAW bersabda; “Kalian semua pulang dari sebuah pertempuran kecil dan bakal menghadapi pertempuran yang lebih besar.”

Lalu ditanyakan kepada Rasulullah SAW; “Apakah pertempuran akbar itu, wahai Rasulullah?”

Rasul menjawab; “jihad (memerangi) hawa nafsu”.

Kenapa hawa nafsu diciptakan? Karena manusia tidak dapat hidup tanpa hawa nafsu.

Mereka tak bisa hidup jika tidak ada “keinginan” untuk makan, mencari harta dan keinginan lainnya.
Nafsu itu termasuk hal yang paling penting dalam hidup manusia.

Tapi jika tidak dikontrol akal, keinginan itu akan terus meledak dan akibatnya sangat berbahaya.

Apa gambaran Alquran tentang bahaya mengikuti hawa nafsu? Allah SWT Berfirman:

“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya.” (QS.Al-Mukminun:71)

Oleh sebab itu, ada baiknya untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana pelatihan kontrol diri.

Lakukan tips ampuh berikut ini untuk membantu menahan nafsu saat puasa.

1. Perbanyak Istigfar

Istighfar termasuk bacaan yang sering disebutkan ketika berdzikir mengingat Allah SWT.

Dengan berzikir, Manusia akan lebih memahami dan menghyati bahwa Allah Maha Pengampun.

Dengan ampunan-Nya, manusia bisa selamat di dunia dan akhirat.

Ucapkan istighfar di saat hati ini sudah mulai goyah. Seperti mulai membayangkan bermacam-macam makanan, nafsu seksual, dan lain-lain.

Dalam surat Al Araf ayat 200, Allah berfirman:

“Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah.”

2. Berkumpul dengan Orang Saleh

Berkumpul dengan orang-orang saleh dapat mengalihkan diri dorongan nafsu.

Sebab kita dapat berdiskusi, berinteraksi, dan melakukan aktivitas lain yang mengandung kebaikan.

Kita juga dapat saling mengingatkan dan saling menjaga agar tidak melakukan hal yang di larang.

3. Tidak Emosi Berlebihan

Umat Islam dilatih untuk terbiasa menahan emosinya, tidak terlalu berlebih hingga membuat pahala puasa kita tentu akan berkurang.

Untuk itu, emosi berlebihan adalah hal yang dilarang saat berpuasa.

Dengan di pagi dan siang hari kita sudah terbiasa melatih diri untuk menahan emosi, pastinya akan membuat kita juga melatih diri kita di bulan-bulan selanjutnya.

4. Perbanyak Baca Alquran

Allah berfirman dalam surat Ar Rad ayat 37:

“Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.”

5. Bawa Tidur

Dalam sebuah jadist Rasulullah pernah menyampaikan bahwa ketika bulan ramadan tidur seseorang pun bisa mendapatkan pahala kebaikan.
Hal ini tentu baik karena menjauhkan dari kemaksiatan. Akan tetapi dibanding tidur tentunya ibadah dan amalan yang produktuf lebih baik.

6. Target Selama Ramadan

Untuk bisa mengalihkan atau menahan hawa nafsu, maka kita membuat target selama bulan Ramadan.
Dengan target atau tujuan yang dimiliki kita akan lebih fokus pada hal target tersebut dibanding dengan apa yang kita inginkan atau dorongan hawa nafsu yang hadir.

7. Menghindari Pemicu Hawa Nafsu

Cara terakhir adalah menghindari pemicu naiknya nafsu syahwat seperti dengan menjaga pandangan dan jaga jarak dengan lawan jenis.

Inilah ulasan terkait dengan bagaimana menahan hawa nafsu selama bulan Ramadan. Semoga kita menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa hingga hari kiamat nanti, Aamiiin.

Penulis: Amrullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *