Kisah Mukhlis Latasi Harumkan Indonesia di Ajang Internasional Maddah Ar-Rasul

Mukhlis Latasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Mukhlis Latasi mahasiswa asal Indonesia mengisahkan pengalamannya mengikuti kompetisi selawat Rasul Internasional di Mesir. Dalam lomba tersebut, dia dinobatkan sebagai juara.

“Dari pondok tuh sudah dibiasakan dengan hal-hal seperti Madkhal Rasul, Shalawatan dan Nasyid begitu. Memang juga ustaz-ustaz saya Habib Mukhtar Al-Jubri mendukung potensi yang saya miliki saat itu,” ungkap Mukhlis Latasi seperti dikutip apahabar.com dari kanal youtube Henabo pada Rabu (28/4).

Mukhlis mengaku mengetahui perlombaan Maddah Ar-Rasul yang disiarkan di TV Arab Saudi berawal saat ia melihat soal lomba tersebut di Facebook dan juga diberitahukan oleh teman-temannya di Mesir.

Saat mengetahui diadakannya ajang tersebut, ia mengungkapkan masih ada keraguan untuk ikut.

“Ketika satu hari dua hari sebelum perlombaan, guru saya ada guru vokal saya dari Suriah. Nama beliau itu ustaz Muhammad Yasir mar Asri punya grup band, grup nasyid Suriah terkenal Al-Mar Asri,” ceritanya.

“Tepat pukul 1 malam masih tidur tuh saya ingat, masih tidur beliau nelpon. Mukhlis ente (kamu) bisa datang ke studio, ikut lomba,” ujar Mukhlis.

Mukhlis pun meyakinkan diri dan mendatangi sang guru pergi ke tempat di mana lomba tersebut digelar. Lokasinya bertempat di bagian Ahram.

“Karena dari dorongan guru saya ini, ya akhirnya Insyallah ya saya beranikan,” katanya.

Sebelum mengikuti kontes Madah Ar-Rasul pada tahun 2018, Mukhlis juga sempat mengikuti ajang Musabaqah (Musik As-Sariqah) yang diadakan di Dubai.

Sempat unjuk kelebihannya di depan para juri, namun sayangnya lelaki asal Kalimantan Utara itu harus melepas kesempatan tersebut, karena dari pihak panitia mengatakan bahwa orang yang bisa ikut perlombaan hanya orang dari Arab.

Mukhlis juga mengungkapkan bahwa kunci suksesnya berhasil meraih juara di ajang tersebut, karena lantunan selawat yang dibawakannya bukan mengikuti versi penyanyi aslinya, tetapi dengan improvisasi dirinya sendiri.

Saat mengikuti ajang tersebut tidak ada terbesit dalam dirinya akan menjadi juara 1 di perlombaan itu.

“Pada saat itu saya cuman berharap gini, ah juara tiga juara dua lah gitu. Karena melihat peserta Mesir tuh kuat-kuat semua ya, susah ya kalau untuk dapat juara satu ya gitu, tapi Masyallah ketika diumumkan ya lihat sendirikan di video bagaimana itu sampai napas tidak teratur,” pungkasnya.

Penulis: Triaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *