Ketika Hidayah Itu Sampai, Lika-liku Mike Tyson Memeluk Islam

Mike Tyson ketika keluar dari penjara. Foto: AFP-John Ruthroff

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketika hidayah Allah itu sampai kepada seorang hamba, maka tak ada yang bisa menghalanginya.

Seperti yang dialami Mantan juara tinju dunia, Mike Tyson yang telah lama masuk Islam, tepatnya 1995 silam.

Nama Mike Tyson pun seketika berubah menjadi Malik Abdil Aziz setelah memutuskan jadi muallaf.

Namun banyak yang tak tahu, seperti apa awal mula Mike Tyson menemukan Islam.

Mike Tyson ‘juara sejati’ petinju dunia kelas berat di tiga komisi tinju dunia.

Gelar itu ia dapatkan dari WBA (World Boxing Association), WBC (World Boxing Commision) dan IBF (Internasional Boxing Federation).

Sebelumnya Mike Tyson adalah seorang petinju amatiran.

Saat 6 Maret 1985 ia pun menerjangkan karirnya sebagai petinju profesional.

Penuh lika-liku kisah perjalanan Mike Tyson saat menerjangkan karir didunia tinju profesional.

Bahkan harus menyeret si petinju ‘juara sejati’ itu kedalam penjara di Indiana.

Namun perjalanan lika-liku hidup yang ia alami juga mendapat hikmah tersendiri bagi petinju yang bermain di film ‘IP Man 3’ itu.

Penyebab Tyson sendiri masuk penjara karena dituduh memperkosa seorang peserta pertandingan ‘Black Amerika’ yang bernama Desiree Washington pada 27 Januari 1992.

Ia pun akhirnya dinyatakan bersalah pada 10 Februari dan dipenjarakan 3 tahun (menurut hukum di Indiana).

Tak ayal membuat Tyson terpaksa tidak bertarung hingga 1995.

Di dalam penjara, menurut New York Times, Tyson berkenalan dengan agama Islam melalui Muhammad Sideeq.

Bahkan atlet bola basket Hakeem Olajuwon menyebut Tyson tak hanya berkenalan. Namun sudah menjadi pengikut Nabi Muhammad.

“Dia memeluk Islam. Saya melihat komitmennya. Dia mengutip beberapa ayat dari Al Quran yang berlaku untuknya. Dia berbicara tentang Hamzah, seorang pejuang besar yang hidup pada zaman Nabi Muhammad,” kata Olajuwon.

Pernyataan mengenai Tyson yang berpindah keyakinan juga dituturkan seorang pelatih tinju, Eddie Mustafa Muhammad.

Eddie kerap mendatangi pemilik gelar juara dunia kelas berat termuda ketika dipenjara. Muhammad menyatakan Tyson lebih kalem.

“Islam memberikannya tujuan. Saya bertemu dengannya pada Sabtu pagi untuk berdoa. Lantas kami akan berpisah. Saya tidak mendatanginya atas alasan pekerjaan, saya ke sana sebagai seorang saudara,” ujarnya dikutip dari Guardian.

Tahun 1995 saat ia bebas dari penjara Indiana.

Tyson pun keluar penjara dengan tampilan yang baru. Kopiah putih menutupi kepalanya.

Tyson lantas menuju masjid di dekat penjara dan menyatakan menjadi sosok yang memegang ajaran hidup baru.

Kala itu Tyson keluar dari penjara disambut media dan banyak orang, termasuk Muhammad Ali, legenda tinju dunia sebelumnya yang lebih dulu memeluk Islam.

“Saya sangat bersyukur menjadi seorang muslim. Allah tidak membutuhkan saya, saya yang membutuhkan Allah. Saya tidak pernah bisa rendah hati. Tidak ada hal seperti itu dalam hidup saya,” kata Tyson dilansir dari Foxnews.

“Jika saya rendah hati saya tidak akan menggunakan kata rendah hati, saya berusaha untuk rendah hati, saya ingin rendah hati tetapi itu sulit. Ini sangat sulit. Rendah hati berarti tidak menganggap diri Anda serius. Saya mencoba melakukannya. Orang-orang berpikir saya rendah hati tetapi tidak,” ujar Tyson.

Tyson pun kemudian menyempurnakan keislaman dengan mengunjungi Ka’bah, kiblat salat umat muslim sedunia.

Perjalanan ke Tanah Suci ternyata sangat membekas dalam hati sang mantan juara dunia itu.

“Saya masih suka menangis bila ingat saya bisa datang ke Taman Surga di Madinah,” ujar Tyson dikutip dari buku ‘Moslem Athletes Stories: Kisah-kisah inspiratif para atlet muslim dunia’ karangan Mohammad Fauzan Bahadjai.

Penulis: Triaji Nazulmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *