Ini Kota dengan Durasi Berpuasa Terpanjang dan Terpendek di Dunia

Kota dengan Durasi Berpuasa Terpanjang dan Terpendek di Dunia. Foto-Ilustrasi

apahabar.com, BANJARMASIN – Ramadan 1442 Hijriah tinggal hitungan hari.

Namun tahukah Anda, di kota mana yang meliki durasi waktu berpuasa terpanjang dan terpendek di dunia?

Terdapat sejumlah negara yang akan berpuasa terpanjang, yakni sekitar 18 hingga 20 jam lebih.

Antara lain negara-negara Utara Katulistiwa seperti Islandia dan Norwegia.

Karenanya, dalam sejumlah fatwa yang dikeluarkan ulama setempat memutuskan umat Islam di wilayah dengan durasi puasa terpanjang akan mengikuti waktu Makkah, Arab Saudi atau negara Muslim terdekatnya.

Berikut kota dengan durasi puasa terpendek:

1. Stockholm, Swedia 17-18 jam
2. Glasgow, Skotlandia, 17-18 jam
3. Helsinki, Finlandia 18-19 jam
4. Nuuk-Greenland 19-20 jam
5. Reykjavik, Islandia 19-20 jam

Sebaliknya, umat Islam yang tinggal di Selatan Katulistiwa seperti Chile atau New Zealand durasi puasanya rerata 11 jam.

Berikut Kota dengan durasi puasa terpendek:

1. Christchurch, Selandia Baru 11 jam 20 menit
2. Puerto Montt, Chili 11 jam 30 menit
3. Canberra, Australia 11 jam, 47 menit
4. Montevideo, Uruguay, 11 Jam 48 menit
5. Cape Town, Afrika Selatan 11 jam 52 menit.

Ada sebuah laporan menarik ditulis Aljazirah, Rabu (7/4), terkait lama durasi berpuasa umat Islam di seluruh dunia pada 13 April nanti hingga puluhan tahun kemudian ketika hari pertama Ramadhan tiba di tanggal yang sama.

Ramadhan dimulai 10-12 hari lebih awal setiap tahunnya.

Hal ini dikarenakan, kalender Islam merujuk pada kalender bulan dengan setiap bulan berjumlah 29 atau 30 hari.

Ramadhan yang diawali pada 13 April yang sama akan dimulai 33 tahun dari sekarang, atau tahun 2054.

Para peneliti saat ini sudah bisa menghitung, hingga tahun 2032, umat Islam yang tinggal di utara durasi berpuasa akan lebih pendek, dikarenakan waktu siang hari lebih pendek setiap tahunnya.

Pada tahun berikutnya, durasi berpuasa mereka akan terpanjang. Hal sebaliknya juga di bumi Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *