Ingat! Lapar dan Haus Saat Puasa Terancam Tak Bernilai Gegara Mulut ‘Ember’

Ingat! Lapar dan Haus Saat Puasa Terancam Tak Bernilai Gegara Mulut ‘Ember’

April 17, 2021 0 By Zainal

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketika puasa Ramadan, tak sedikit yang menyadari bahwa mulut juga harus dijaga.

Menjaga mulut itu bukan soal menelan makan atau minum yang jelas-jelas bisa membatalkan puasa.

Tapi ingat pula, bahwa mulut juga harus dijaga dari omongongan kotor.

Seperti ghibah atau membicarakan aib orang lain.

Yup, gegara mulut ‘ember’ (sering menggunjing keburukan orang) lapar dan haus seharian saat puasa jadi tak bernilai di hadapan Allah SWT.

Karena sudah kebiasaan, ghibah seringkali dilakukan secara tidak sengaja. Hal ini cukup sulit untuk dihindari saat bulan puasa Ramadan.

Lantas apakah ghibah dapat membatalkan puasa?

Dikutip NU Online, Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Kitab Busyrol Karim mengatakan sebagai berikut.

“Dusta dan ghibah semestinya dijauhi terutama oleh mereka yang sedang berpuasa, meskipun menjauhi dua sifat tercela itu pada substansinya memang wajib. Sekalipun keduanya terpaksa dibolehkan untuk kepentingan mendamaikan pihak bertikai atau kepentingan bercerita terkait penganiayaan yang dilakukan seseorang, maka orang yang berpuasa sebaiknya menghindari dua jalan tadi,” tulis Syekh Said Muhammad Ba’asyin.

Sama seperti berkata dusta, ghibah adalah perbuatan yang dapat merusak pahala puasa, sebagaimana hadis Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

“Orang yang tidak menjauhi perkataan dusta dan mengamalkan dustanya, maka tidak ada hajat bagi Allah untuk menilai puasanya di mana ia bersusah payah seharian menjauhi makanan dan minuman.”

Sehingga, sangat disayangkan, apabila kita sudah menahan haus dan lapar seharian, namun puasa kita tak ada nilainya di mata Allah SWT karena kita tidak bisa menahan diri untuk berghibah.

Dapat disimpulkan ghibah tidaklah membatalkan puasa, begitu pula dengan namimah (mengadu-domba), mencela, dan berdusta. Namun semua itu menodai puasa dan mengurangi pahala.

Semuanya tentu akan sia-sia. Maka dari itu jauhilah sifat tercela, baik saat kita sedang berpuasa ataupun tidak.