Dua Peristiwa Sejarah di Hari Keenam Ramadan, Salah Satunya Wafatnya Syekh Sari As-Saqthi

Ilustrasi sumber: net

apahabar.com, BANJARMASIN – Ada dua peristiwa bersejarah di hari keenam Ramadan, salah satu di antaranya adalah wafat Syekh Sari As-Saqthi, seorang ulama sufi.

Mengutip buku “Peristiwa-Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan” karya Dr. Abdurrahman Al Baghdadi, berikut dua peristiwa tersebut:

1. Turunnya Taurat Kepada Musa As

Sumber-sumber sejarah hampir bersepakat bahwa Taurat, yaitu kitab yang diwahyukan oleh Allah kepada Nabi Musa As turun pada hari keenam Ramadan.

Dalam kitab As-Sirah Al Halabiyyah disebutkan, “Kabar kedatangan Rasulullah SAW telah disebutkan di dalam kitab-kitab terdahulu, seperti Taurat yang diturunkan kepada Musa As pada malam bulan Ramadan, sebagaimana kesepakatan para ulama.”

2. Wafatnya Sari As-Saqthi

Terjadi tepatnya pada hari keenam Ramadan tahun 253 H, meninggal seorang ulama sufi yakni Syekh Sari As-Saqthi yang oleh Abu Nu’aim di dalam kitab Hilyah Al-Auliya (10/166).

Disifatkan, Syekh Sari adalah orang alim yang tersebar dan bijak yang selalu dikenang, kuat kemauan dan terpuji perbuatannya, memiliki hati yang bersih dan sikap wara (hal yang samar soal perkara halal dan haram), meninggalkan (melupakan) dirinya untuk menuju hukum Tuhannya.

Dialah yang bernama Abu Hasan Sari bin Mughlis As-Saqthi, paman dan guru dari Syekh Qasim Al-Junaidi seorang ulama terkenal di Baghdad.

Syekh Qasim Al-Junaidi memberi kesaksian untuk Sari As-Saqthi: “Aku tidak pernah melihat orang yang paling tekun beribadah dari Sari As-Saqthi. Ketika menginjak umur 98 tahun dia tidak terlihat berbaring kecuali pada saat kematiannya…”

Penulis: Triaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *