Dibisiki Sang Ulama, Penyandera Wanita Memilih Bertobat

Dibisiki Sang Ulama, Penyandera Wanita Memilih Bertobat

April 12, 2021 0 By bulkini

apahabar.com, BANJARMASIN – Di tangan ulama yang memiliki karisma, dakwah lebih mengena di masyarakat. Sebagaimana cerita berikut.

Dahulu pernah ada seorang laki-laki yang jatuh hati kepada seseorang wanita dari keturunan bangsa Syam. Laki-laki itu memiliki badan yang kekar.

Suatu ketika laki-laki tersebut menghadang dan menyandera wanita itu sambil memegang sebilah pisau.

Setiap ada yang berusaha mendekatinya, pastilah ia tidak segan-segan untuk melukainya.

Ketika orang-orang sedang memikirkan cara untuk menyelamatkan wanita itu, dan tatkala wanita itu berusaha melepaskan diri dari pegangan laki-laki yang menyanderanya. Tiba-tiba lewatlah Bisyr yang kemudian mendekati laki-laki tersebut seraya menempelkan bahunya ke bahu laki-laki tadi.

Seketika itu, pula laki-laki itu jatuh bersyukur, sedangkan Bisyr kembali melanjutkan perjalanannya.

Orang-orang kemudian datang mendekati laki-laki yang sedang bercucuran keringatnya itu.

“Apa yang terjadi denganmu?” mereka bertanya.

“Aku tidak tahu, tadi ada seorang tua datang mendekatiku ia berkata ‘Sesungguhnya Allah SWT telah melihatmu dan melihat apa yang sedang kamu lakukan’ Mendengar perkataannya kakiku terasa lemas dan aku pun gemetar karena kewibawaannya. Aku tidak tahu siapa sebenarnya laki-laki tadi,” ia menjawab.

“Dialah Bisyr bin Harits,” orang-orang menjawab

“Celaka aku, Bagaimana padangannya kepadaku setelah apa yang terjadi atasku hari ini?” kata Laki-laki itu.

Hari itu juga laki-laki itu bertobat. Dia mengalami demam, dan akhirnya meninggal dunia pada hari ke tujuh.

Cerita ini terdapat dalam Kitab At Tawwabun karya Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisiy. Ibnu Qudamah meriwayatkan cerita tersebut Imam Al-Hafidz Abu Thahir Ahmad bin Muhammad As-Silafy, Aziz bin Ahmad bin Al-Fadl, dari Abul-Qasim Abdul Aziz bin Ahmad bin Jahdham, dari Ali bin Harun, dari Muhammad bin Mukhallid, dari Abul-Fath bin Mukharriq.
Penulis: Amrullah