Cerita Haru di Balik Makam Syuhada Banjarbaru

Makam Syuhada Banjarbaru. Foto-apahabar.com/Hasan

apahabar.com, BANJARBARU – Sehari memasuki Ramadan 1442 H tempo hari, peziarah yang datang ke Makam Syuhada Banjarbaru, cukup banyak.

Peziarah datang dari berbagai kabupaten/kota Kalsel.

Tapi tahulah pian? Makam Syuhada itu tempat bersemayamnya jemaah haji korban kecelakaan pesawat di Kolombo.

Peristiwa itu terjadi pada 15 November 1978. Tragedi berdarah yang kedua menerpa calon jamaah haji Indonesia, khususnya Kalsel.

Di mana, pesawat Islandia yang dicarter Garuda jatuh menjelang pendaratan.

Sebanyak 181 dari total 262 orang isi pesawat meninggal.

Pesawat carteran Garuda Indonesia yaitu DC-8 63 CF kode LL001 TF FLA milik maskapai Loftleider Icelandic, Islandia ini, membawa jamaah calon haji Kalsel.

Pesawat berangkat dari Embarkasi Surabaya menuju ke Jeddah, Arab Saudi.

Pesawat buatan tahun 1968 milik Matin Air itu gagal mendarat di Bandara Badaranaike Kolombo dan jatuh di Maskeliya, Srilanka.

Pesawat yang bermaksud melandas di Landasan 22 itu jatuh hanya sekitar 3,7 km sebelah timur bandar udara.

Dari peristiwa ini sebanyak 174 jamaah dinyatakan tewas dan 75 jamaah selamat.

Sebuah keajaiban, terdapat 46 jamaah yang tidak cedera sedikitpun.

Para korban yang selamat sempat menginap satu malam di Hotel Indonesia Sheraton.

Selanjutnya, pada pagi, mereka diterbangkan ke Banjarmasin.

Sabtu petang sekitar pukul 15.25 WIT, sebanyak 2 pesawat Hercules TNI-AU yang membawa 111 peti jenazah berisi 173 korban mendarat di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin.

Dari ratusan jenazah, hanya sebanyak 37 korban yang masih bisa dikenali identitasnya.

Mereka disemayamkan sementara di bandar udara.

Sedangkan 136 korban yang tak dikenali identitasnya dimakamkan pada empat lubang ukuran 6 x 2l/2 meter di Makam Syuhada Haji Kota Banjarbaru. Tidak jauh dari Makam Pahlawan Bumi Kencana, Banjarbaru.

Pemakaman dengan upacara militer itu baru selesai pukul 21.30 waktu setempat.

Hari itu semua restoran, bar, bioskop dan tempat hiburan lainnya tutup. Bendera hijau terpancang di pintu-pintu keluarga para korban.

Kini, Makam Syuhada Haji Banjarbaru itu masih terawat.

Penjaga Makam Syuhada, Suaryadi mengatakan, sampai saat ini makam terus dirawat secara bergantian oleh pihaknya.

“Ada beberapa orang yang merawat makam di sini, kami dinaungi oleh Dinas Sosial Provinsi Kalsel,” ujarnya ditemui apahabar.com, Selasa (13/4/2021).

Menurutnya Suaryadi hanya bagi para jemaah haji yang gugur dalam perjalanan bermakam di Makam Syuhada.

Makam Syuhada ini berlokasi di samping Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana dan Taman Bahagia dekat Bundaran Angkasa Pura, Landasan Ulin, Banjarbaru.

Reporter: Hasanuddin

One thought on “Cerita Haru di Balik Makam Syuhada Banjarbaru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *