Bau Mulut Saat Puasa? Begini Tips Menghindarinya

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Bau mulut saat berpuasa Ramadan mungkin membuat kepercayaan diri kita berkurang.

Terutama ketika bersua dengan orang-orang terdekat, namun tahukah semua itu ada solusinya.

Dikutip apahabar.com dari republika.co.id penyebab dari bau mulut dikarenakan tidak makan untuk waktu lama.

Sehingga berdampak kepada jumlah air liur yang dihasilkan.

Hal ini seperti yang dijelaskan juga dari Ahli Kebersihan Gigi di Dental Studio, Dubai Ciara Hendry.

Menurutnya air liur berperan penting dalam melindungi mulut dan mengurangi pertumbuhan bakteri.

“Selama puasa, aliran air liur berkurang dan oleh karena itu, perlindungan terhadap bakteri yang dapat menyebabkan bau mulut berkurang,” ujarnya dikutip dari The Nasional News, Senin (19/4).

Tak hanya penyebabnya, ia juga menjelaskan bagaimana caranya agar terhindar dari bau mulut saat berpuasa di bulan Ramadan.

Pertama, pentingnya minum air mineral yang cukup saat sahur dan berbuka puasa.

Air mineral bukan hanya untuk menghindari dari dehidrasi. Tetapi juga membantu mencegah bau mulut saat berpuasa.

“Air membantu membersihkan partikela makanan penyebab lain bau mulut dan karenanya menghindar halitosis,” ujar Ahli Kebersihan Gigi tersebut.

Kedua, harus hindari mengonsumsi kafein, garam berlebih dan makanan lain yang menyebabkan dehidrasi, baik untuk tujuan kebersihan mulut.

Ketiga, jangan langsung menyikat gigi setelah makan. Ia merekomendasikan untuk menunggu selama 30 hingga 60 menit setelah makan sebelum menyikatnya.

Pasalnya, setelah makan, kadar asam di mulut meningkat dan gigi berada pada kondisi paling lemah.

“Menyikat pada tahap ini bisa menyebabkan kerusakan yang cukup besar pada enamel gigi. Menunggu akan memungkinkan air liur menetralkan lingkungan mulut dan membantu pemulihan dari asam,” kata dia.

Keempat, jangan menunda kunjungan ke dokter gigi. Banyak orang menunda perawatan gigi selama Ramadan.

Hal ini dapat menyebabkan penyakit gusi atau memperburuk kondisi, seperti gigi berlubang.

Selain itu, orang-orang makan lebih banyak makanan manis dan daging selama Ramadhan.

Jadi, disarankan tidak menunda perawatan gigi.

Jika khawatir suatu sesi akan mempengaruhi puasa Anda, pertimbangkan pergi ke klinik setelah buka puasa.

Kebanyakan klinik gigi buka sampai larut malam untuk menampung pasien setelah buka puasa.

“Yang penting, jika Anda berobat untuk penyakit gusi atau gigi berlubang sebelum Ramadhan, pastikan Anda terus mengunjungi dokter gigi,” kata dia.

Kelima, Dokter Gigi Estetika dan Kosmetik dari Rumah Sakit Zulekha di Dubai, Rumana Abbas Dawasaz juga mengatakan bau mulut dapat dikurangi dengan mengurangi konsumsi bahan-bahan seperti bawang putih, bawang merah, dan cabai.

Karena bahan kimia yang terkait dengan makanan ini cenderung masuk ke aliran darah.

Dan lagi, pindah ke paru-paru dan kemudian diembuskan keluar dengan efek yang bertahan lama.

“Ikan juga bisa menyebabkan bau mulut. Perasan lemon pada ikan dapat membantu mengurangi hal ini. Minuman berkafein adalah penyebab lainnya. Ini menyebabkan mulut menjadi kering sehingga mengeluarkan bau yang tidak sedap. Efeknya bisa dikurangi dengan minum air setelah konsumsi,” ungkapnya.

Keenam, Hendry merekomendasikan agar berbuka puasa dengan air dan kurma dan mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran serta probiotik seperti yogurt.

Dan ia juga mengingatkan agar masyarakat menjaga kebersihan mulutnya.

“Rutinitas kebersihan mulut seseorang harus terdiri dari menyikat gigi dua kali sehari selama dua hingga tiga menit dengan pasta gigi berfluorida dan sikat gigi medium-lembut yang harus diganti setiap tiga bulan,” kata dia.

Penulis: Triaji Nazulmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *