Antusias Warga Banjar Gelar Haul Pertama Guru Zuhdi

Makam Guru Zuhdi, Jalan Belakang Masjid Jami, Gang Jamaludin RT 5, Kelurahan Antasan Kecil Timur, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. FOto-Instagram

apahabar.com, BANJARMASIN – Hampir setahun sudah meninggalnya ulama besar asal Kalimantan Selatan, KH Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi.

Peringatan haul pertama Guru Zuhdi cukup menyedot perhatian warga Banjar, meskipun masih dalam pandemi Covid-19.

Informasi didapat apahabar.com, sedikitnya 8 jadwal haul Guru Zuhdi yang akan dilaksanakan di beberapa tempat dan waktu yang berbeda.

Dikonfirmasi hal ini, Yayasan Al Jami Banjarmasin menyatakan agenda tersebut bukan resmi dari pihak internal keluarga almarhum.

“Di sini (Masjid Jami) memang ada haul, tetapi kami tidak membuka undangan. Hanya internal saja,” terang Sekretaris Yayasan Al-Jami Banjarmasin, H Radiansyah dihubungi melalui panggilan suara, Senin (19/4/2021).

Adapun 8 jadwal yang telah tersebar di berbagai platform sosial media tersebut antara lain:

1. Selasa malam, 20 April / 9 Ramadan : Kota Citra Graha Masjid Harun Aliya Banjarbaru

2. Rabu malam, 21 April / 10 Ramadan : Langgar Anugrah Firdaus. Jalan Simpang Anem, Gg. 17 Agustus

3. Rabu malam, 21 April / 10 Ramadan : Jalan 9 Oktober, Pekauman Darat. Majelis Al-Madad

4. Rabu malam, 21 April / 10 Ramadan : Gedung KHMI Majelis Al-Barokah, Jalan Melati Indah Km 6

5. Jumat pagi, 23 April / 11 Ramadan : Gg. Sejahtera 2, belakang Pasar Antasari

6. Jumat malam, 23 April / 11 Ramadan : Masjid Ar-Raudah Sungai Andai

7. Sabtu malam, 24 April / 12 Ramadan : Posko Panglima Batur, Jalan Masjid Jami

8. Minggu malam, 25 April / 13 Ramadan : Masjid Jami Sungai Jingah

Radiansyah membenarkan di Masjid Jami akan digelar peringatan haul pada tanggal tersebut.

Haul itu bertepatan dengan momen pengajian yang rutin digelar setiap malam minggunya.

Namun mengenai informasi yang tersebar, ditegaskannya bukan dari pihak yayasan atau masjid Jami.

“Kalau mau datang silakan. Makanya kami tidak memasang spanduk. Yang menyebarkan di medsos pun bukan pihak kami,” tegasnya.

“Kami tidak ingin berbarengan atau mendahului keluarga yang juga mengadakan di rumah,” sambungnya.

Akan tetapi, dia tidak menyalahkan kelompok masyarakat yang ingin menggelar haul secara pribadi.

Menurutnya, itu bukti kecintaan para jemaah kepada sang guru besar.

“Ini bagian dari kecintaan terhadap almarhum guru. Kerinduan umat dan ini haul pertama, jadi semangat beramal saleh sangat tinggi di masyarakat walaupun dalam kondisi Covid-19,” katanya.

Dia mengingatkan agar acara haul yang dilakukan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan.

Di Masjid Jami sendiri, himbauan rutin dilakukan agar tidak terjadi penularan.

“Kalau kita secara tertulis di pagar masjid tidak pernah lepas, untuk prokes akan kami jalankan terus. Himbauan di layar monitor juga jalan terus. Sisanya kita serahkan kepada jemaah, karena sulit untuk dipaksa,” pungkasnya.

Guru Zuhdi meninggal pada 9 Ramadan 1441 H atau bertepatan Sabtu 2 Mei 2020. Guru Zuhdi meninggal dalam usia 48 tahun.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Guru Zuhdi sempat dirawat di RS Medistra Jakarta.

Namun pada pukul 07.40, Guru Zuhdi meninggal dunia yang disebutkan akibat gagal jantung.

Penulis: Musnita Sari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *