26 Tahun Ramadan, Suara Syahrani Ingatkan Imsak ke Warga Banjar Masih Enak Didengar

Haji Syahrani, sosok dibalik suara khas pengingat waktu imsak pada bulan puasa Ramadan. Foto-apahabar.com/Mada

apahabar.com, MARTAPURA – Suaranya tidak berubah, memiliki khas dan mudah dikenali ketika menanti waktu ismak bulan puasa Ramadan.

Kini, Haji Syahrani sudah 26 tahun telah mengingatkan waktu imsak kepada masyarakat luas melalui Radio Al Karomah Martapura.

Suara Syahrani yang khas itu kemudian diperdengarkan pengurus masjid dan musala atau langgar melalui toa ke masyarakat.

“Sahur…sahur ya muslimin, ya muslimat, ya ibadallahisahur..waktu sahur masih lagi 7 menit,” demikian kata Sahrani mencontohkannya saat ditemui apahabar.com, Minggu (18/4/2021).

Meski gurat wajah menunjukkan usia tidak muda lagi, namun semangatnya tetap menyala pada Ramadan kali ini.

Ketika dikunjungi apahabar.com, Syahrani nampak gembira. Ia menerima dengan ramah dan penuh senyum.

Haji Syahrani kini telah berusia 66 tahun. Ia merupakan warga Kelurahan Murung keraton, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar.

Haji Ani begitu kerap disapa, menceritakan awal mula jadi pengisi suara di radio Al Karomah Martapura.

Saat itu Ani ditunjuk menggantikan temannya yang telah meninggal dunia pada tahun 1995 lalu.

Nah sejak saat itu hingga sekarang, ia sudah membantu masyarakat untuk bangun sahur dan mengingatkan waktu Imsak selama 26 tahun.

“Dulu yang mengisi suara pengingat sahur dan imsak ini adalah teman saya, namun pada saat dia meninggal, saya yang ditunjuk. Dan Alhamdulillah sampai sekarang,” cerita dia.

Sebelumnya H Ani sempat berjualan ikan laut di Pasar Martapura.

Karena letak pasar Martapura yang berdekatan dengan Masjid, ia rupanya dikenal pengurus memiliki suara bagus.

Hingga akhirnya dia dipercaya sebagai Muadzin dan Tahrim pada waktu subuh.

Atas dedikasinya itu pula, ia mendapat kesempatan berhaji 2009 silam.

Ia diberangkatkan oleh H Rudy Ariffin yang waktu terpilih sebagai Gubernur Kalsel usai menjabat Bupati Banjar 2 periode.

Terkait dengan suara khasnya yang tidak berubah sejak 26 tahun lalu, H Ani mengaku tidak ada cara khusus untuk menjaganya.

Menurutnya ia tidak mengkonsumsi apapun, baik jamu untuk menjaga suara dan lain sebagainya.

“Alhamdulillah ini adalah karunia dari Allah SWT, yang diberikan kepada saya,” jelasnya.

Sementara itu, Khairullah (25) warga Kecamatan Karang Intan, mengakui bahwa suara milik H Ani masih enak didengarkan.

“Suara sidin (beliau, red) ini dari dulu saya dengar tidak berubah, dari waktu kecil hingga sekarang membangunkan sahur, juga yang sangat teringat itu pada saat beliau mengatakan, waktu sahur tinggal 2 menit, itu bikin deg-degan,” ungkapnya.

Khairullah sempat mengira suara H Ani direkam lalu diputar lagi pada saat sahur.

Namun setelah melihat rekaman H Ani saat siaran beredar di media sosial membuat diri Khairullah terkejut.

Sebab ternyata diucapkan langsung oleh H Ani. Yang membuatnya terkejut, suara itu tidak ada mengalami perubahan

Penulis: Mada Al Madani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *