10 Terakhir Ramadan di Arab Saudi Mesti Punya Izin Tempat I’tikaf ke Masjid

Ilustrasi penduduk Arab Saudi saat i'tikaf di masjid. Foto-net

apahabar.com, JEDDAH – Momen-momen di akhir bulan Ramadan menjadi suatu yang istimewa bagi umat Islam.

Karena pada malam-malamnya terhitung datangnya Lailatul Qadar.

Hingga membuat umat Islam berbondong-bondong untuk melaksanakan I’tikaf.

Mereka juga melaksanakan salat malam (Qiyamul Lail) di malam-malam terakhir bulan Ramadan.

Namun khusus di negara Arab Saudi, untuk melaksanakan itu di masjid perlu izin terlebih dahulu memesan tempat.

Seperti dilansir dari republika.co.id yang dikutip dari Arab News kementerian Haji dan Umrah, Arab Saudi mengumumkan tentang izin bagi jemaah untuk melaksanakan salat malam pada sepuluh hari terakhir Ramadan di masjid-masjid di tengah pandemi Covid-19.

Untuk izin tempat itu bisa dipesan melalui aplikasi Tawakalna dan Eatmarna.

Sementara pihak Kementerian dan Departemen lainnya juga telah menegaskan keharusan vaksinasi Covid-19 bagi setiap karyawan sebagai syarat dapat masuk bekerja.

Untuk karyawan juga harus melaporkan status kesehatan terbaru mereka melalui aplikasi Tawakkalna. Hanya karyawan yang telah divaksin yang dapat masuk kerja.

Kementerian Kehakiman, Kesehatan, Pendidikan, Penjaga Perbatasan, Pertahanan Udara dan Garda Nasional semuanya telah mulai membuat daftar karyawan yang belum menerima vaksin, untuk melindungi mereka dan orang-orang di sekitar mereka dari potensi infeksi saat bekerja.

Sementara warga Saudi dan ekspatriat terus menerima vaksin, sejauh ini tercatat 8.969.167 orang yang telah divaksin.

Arab Saudi melaporkan terjadi 11 kematian terkait Covid-19 pada Kamis (29/4). Sehingga korban meninggal mencapai 6.946 jiwa.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi melaporkan sebanyak 1.026 kasus baru. Artinya ada sebanyak 416.307 orang yang hingga saat ini telah tertular Covid-19.

Sedang kasus aktif tercatat sebanyak 9.852 di mana 1.312 orang di antaranya dalam kondisi kritis.

Menurut Kementerian Kesehatan, sebanyak 441 kasus baru tercatat berada di Riyadh, 233 kasus di Makkah, 133 kasus di Provinsi Timur dan 33 kasus di Madinah.

Selain itu, 1.055 pasien telah pulih dari penyakit tersebut, sehingga totalnya menjadi 399.509 orang yang sembuh.

Arab Saudi sejauh ini telah melakukan 16.838.619 tes PCR di mana 63.731 telah dilakukan dalam 24 jam terakhir.

Penulis: Aji Nazulmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *